PANCOER. Stranded in Bangkok...itu judul yg di tulis teman di milis ketika dia lagi business trip di bangkok....., "tiba2" katanya "Bandara Suvarnabhumi Bangkok diduduki ratusan ribu Demonstran anti Perdana Menteri, ribuan turis menderita selama 2 hari, tidur makan tanpa mandi di Airport
, si teman ini perempuan , bersyukur selama penantian dia nginap di hotel dan kantornya ngejamin seluruh biaya sampai Bandara kembali di buka.
"Data di kedutaan Indonesia ada sekitar 300 orang WNI yang melaporkan keberadaan mereka. Kasihan para turis Indonesia atau manca negara yang uangnya pas (Backpackers) mereka terpaksa tinggal di temple atau hotel murah yang disediakan tourism board Thailand. Saya merasa jauh lebih beruntung dan bersyukur". katanya
"Menurut berita, airport sudah harus dibuka sebelum ultah Raja tanggal 5 Desember, namun belum tahu apakah proses pembukaannya melalui cara damai atau pertumpahan darah. Saya dianjurkan untuk menikmati wisata kota Bangkok, namun saya tidak ada mood sama sekali, saya baru tahu rasanya menjadi orang asing yang berada di negara lain yang sedang "panas politiknya" dan tidak ada kepastian kapan bisa kembali..." katanya lagi
Ups... ga enak yah walaupun lagi diluar negri, pas kondisinya lagi kacau gitu...apalagi buat turis yang uang nya pas itu...wah mau pinjem ma siapa kalo keabisan duit, mau gadaikan barang...?, (ada ga yah pegadaian disana...)wah rumit deh.
tapi sekarang teman yang tertahan di Bangkok itu sudah ngasih kabar baik....dengan juduk Posting...."Kembali dari Bangkok"...
Banyak kerugian dari demo ini,Thai Airways meng klaim rugi Rp 6,1 trilyun (duit smua tuh)selama demo berlangsung, blom kerugian Pariwisata dll
Mudah2an ini tidak terjadi di negara kita tercinta, Parlemen jalanan ini memang kadang diperlukan untuk mengkoreksi para pemimpin yang tuli dan buta dlm hal merespon aspirasi rakyatnya.....(wah berat nih) udah ah....
selengkapnya......
"Data di kedutaan Indonesia ada sekitar 300 orang WNI yang melaporkan keberadaan mereka. Kasihan para turis Indonesia atau manca negara yang uangnya pas (Backpackers) mereka terpaksa tinggal di temple atau hotel murah yang disediakan tourism board Thailand. Saya merasa jauh lebih beruntung dan bersyukur". katanya
"Menurut berita, airport sudah harus dibuka sebelum ultah Raja tanggal 5 Desember, namun belum tahu apakah proses pembukaannya melalui cara damai atau pertumpahan darah. Saya dianjurkan untuk menikmati wisata kota Bangkok, namun saya tidak ada mood sama sekali, saya baru tahu rasanya menjadi orang asing yang berada di negara lain yang sedang "panas politiknya" dan tidak ada kepastian kapan bisa kembali..." katanya lagi
Ups... ga enak yah walaupun lagi diluar negri, pas kondisinya lagi kacau gitu...apalagi buat turis yang uang nya pas itu...wah mau pinjem ma siapa kalo keabisan duit, mau gadaikan barang...?, (ada ga yah pegadaian disana...)wah rumit deh.
tapi sekarang teman yang tertahan di Bangkok itu sudah ngasih kabar baik....dengan juduk Posting...."Kembali dari Bangkok"...
Banyak kerugian dari demo ini,Thai Airways meng klaim rugi Rp 6,1 trilyun (duit smua tuh)selama demo berlangsung, blom kerugian Pariwisata dll
Mudah2an ini tidak terjadi di negara kita tercinta, Parlemen jalanan ini memang kadang diperlukan untuk mengkoreksi para pemimpin yang tuli dan buta dlm hal merespon aspirasi rakyatnya.....(wah berat nih) udah ah....


